Welcomke

welcome to my Blog, I hope this is very useful for you all and specially for me myself.

Minggu, 14 Oktober 2012

INFO SERTIFIKASI GURU 2013

Informasi Calon Peserta Sertifikasi Guru

 

Info lebih lengkap silakan kunjungi link berikut,,,http://sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=home

  1. Cek dalam daftar calon peserta menggunakan tombol pencarian dengan memasukkan NUPTK
  2. Jika nama Anda termasuk dalam daftar calon peserta segera hubungi dinas pendidikan setempat untuk mendapatkan Format A0
  3. Mengoreksi dan memperbaiki data pada Format A0 (data ini tidak boleh salah karena kemudian akan digunakan sebagai acuan untuk sertifikat pendidik) Data yang dikoreksi adalah nama lengkap harus sesuai dengan dokumen lainnya (ijasah atau SK PNS); golongan (bagi PNS); tempat dan tanggal lahir; ijasah, tahun lulus, dan nama perguruan tinggi; nama sekolah tempat mengajar. Dokumen yang dijadikan acuan verifikasi nama dan tempat tanggal lahir peserta bagi guru PNS adalah SK PNS, sedangkan bagi guru bukan PNS adalah ijasah terakhir dari perguruan tinggi.
  4. Mengisi pola sertifikasi yang dipilih.
    • Pola portofolio bagi guru yang memiliki dan memenuhi skor minimal portofolio (kuota maksimal 1%).
    • Pola PLPG bagi guru yang tidak memenuhi skor minimal portofolio.
    • Pola pemberian sertifikat secara langsung (PSPL) bagi guru yang telah memenuhi syarat PSPL.
  5. Menetapkan bidang studi yang akan disertifikasi Bidang studi tersebut harus ditetapkan sendiri oleh guru yang bersangkutan sesuai dengan kompetensi yang dikuasainya. Harus disadari oleh guru bahwa bidang studi ini akan terus melekat dalam tugas mengajar yang akan dilaksanakan oleh guru selama guru tersebut mengajar. Dengan kata lain, guru harus konsisten dengan pilihannya secara profesional karena guru harus mengajarkan bidang studi atau mata pelajaran tersebut selama bertugas sebagai guru.
    Penetapan bidang studi sertifikasi mengikuti ketentuan sebagai berikut:
    • sesuai dengan program studi S-1 (linier),
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1, dapat menggunakan program studi D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi yang serumpun dengan program studi S-1 dan D-III,
    • apabila tidak sesuai (tidak linier) dengan program studi S-1 dan program studi D-III, guru dapat menetapkan bidang studi sertifikasi sesuai dengan mata pelajaran, rumpun mata pelajaran, atau satuan pendidikan yang diampunya, dan harus memiliki masa kerja minimal sudah 5 tahun berturut-turut mengajar mata pelajaran tersebut.
  6. Mengumpulkan berkas/dokumen/portofolio ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
  7. Memantau proses penetapan peserta melalui website www.sergur.pusbangprodik.org
  8. Menerima Format A1 berisi nomor peserta sebagai bukti terdaftar sebagai peserta sertifikasi guru
  9. Mencari informasi tentang pelaksanaan uji kompetensi awal (bagi peserta PLPG) ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing

Lebih lengkapnya silakan kunjungi link berikut ,,, http://sergur.kemdiknas.go.id/index.php?pg=home

Jumat, 12 Oktober 2012

Changing Voices

All languages change over time, and vary from place to place. They may change as a result of social or political pressures, such as invasion, colonisation and immigration. New vocabulary is required for the latest inventions, such as transport, domestic appliances and industrial equipment, or for sporting, entertainment and leisure pursuits. But a language can also change by less obvious means.

Influenced by others

Language also changes very subtly whenever speakers come into contact with each other. No two individuals speak identically: people from different geographical places clearly speak differently, but even within the same small community there are variations according to a speaker’s age, gender, ethnicity and social and educational background. Through our interactions with these different speakers, we encounter new words, expressions and pronunciations and integrate them into our own speech. Even if your family has lived in the same area for generations, you can probably identify a number of differences between the language you use and the way your grandparents speak. Every successive generation makes its own small contribution to language change and when sufficient time has elapsed the impact of these changes becomes more obvious.

Attitudes to language change

some method should be thought on for ascertaining and fixing our language for ever (...) it is better a language should not be wholly perfect, than that it should be perpetually changing
Jonathan Swift, author of Gulliver’s Travels, wrote these words in 1712. They express a sentiment we still hear today — the idea that language should be fixed forever, frozen in time, and protected from the ravages of fashion and social trends. Language change is almost always perceived as a negative thing. During the eighteenth century, Swift and many other influential figures felt the English language was in a state of serious decline and that a national institution, such as existed in France and Italy, should be created to establish rules and prevent further decay. Even today we hear people complaining about a supposed lack of ‘standards’ in spoken and written English. New words and expressions, innovative pronunciations and changes in grammar are derided, and are often considered inferior. Yet because of its adaptability and durability, English has evolved into an incredibly versatile and modern language, retaining a recognisable link to its past.

Change can be a good thing

Most contemporary linguistic commentators accept that change in language, like change in society, is an unavoidable process — occasionally regrettable, but more often a means of refreshing and reinvigorating a language, providing alternatives that allow extremely subtle differences of expression. Certainly the academies established in France and Italy have had little success in preventing change in French or Italian, and perhaps the gradual shift in opinion of our most famous lexicographer, Dr Johnson, is instructive. A contemporary of Swift, Dr Johnson, wrote in 1747 of his desire to produce a dictionary by which the pronunciation of our language may be fixed and its purity preserved, but on completing the project ten years later he acknowledges in his introduction that:
Those who have been persuaded to think well of my design, require that it should fix our language and put a stop to those alterations which time and chance have hitherto been suffered to make in it without opposition. With this consequence I will confess that I flattered myself for a while; but now begin to fear that I have indulged expectation which neither reason nor experience can justify.
Johnson clearly realised that any attempt to fix the language was futile. Like it or not, language is always changing and English will continue to do so in many creative and — to some perhaps — frustrating ways.


Taken from http://www.bl.uk

Sabtu, 15 September 2012

NAMA SYAITAN DALAM AL-FATIHAH



NAMA SYAITAN DALAM AL-FATIHAH
 

Al-Fatihah adalah satu rukun dalam solat, apabila cacat bacaannya  maka rusaklah sholat. Oleh itu perbaikilah bacaannya dengan ilmu  tajwid.
Bukan setakat bacaannya saja rusak malah kita menyebut nama syaitan  didalam solat kita. Berikut diperturunkan nama syaitan laknat yang wujud didalam Al-Fatihah, sekiranya kita tidak berhati-hati.

Nama Syaitan
1. DU LI LAH      (bila dibaca tiada sabdu)       sepatutnya DULILLAH
2. HIR ROB         (bila dibaca dengan sabdu)    sepatutnya HI ROB
3. KIYYAU          (bila dibaca dengan sabdu)    sepatutnya KI YAU
4. KANNAK       (bila dibaca dengan sabdu)    sepatutnya KA NAK
5. KANNAS        (bila dibaca dengan sabdu)    sepatutnya KA NAS

SIROTHOLLAZI............. sehingga habis hendaklah dibaca tanpa henti..

AMIN ...............hendaklah mengaminkan Al-Fatihah dengan betul  yaitu AA ......dua harakat, MIN .... 3 harakat, semoga Amin kita bersamaan dengan Amin malaikat ..... Insya-Allah. semoga kita menjadi orang yang  sentiasa membaiki bacaannya.

4 PERKARA SEBELUM TIDUR



4 PERKARA SEBELUM TIDUR
(Tafsir Haqqi)



Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra:  "Ya Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh....
"Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"
Rasul tersenyum dan bersabda : "Jika engkau tidur bacalah Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an.
Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat.
Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridloi kamu.
Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka  seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh"
* Kalau rajin, tolong sebarkan kisah ini kepada saudara Muslim yang lain. Ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang mengajarnya meskipun dia sudah mati.